Menemukan Nilai Muslim yang Cukup Kental di Tanah Eropa
itulah kata pertama yang hampir serentak diucapkan Tasman Jen dan Tri Joko Waskito, begitu kaki nya menginjak Zurich, Swiss, pekan lalu.
Ucapan syukur itu memendar lantaran dua biker senior ini, masih tak kurang suatu apa, setelah menempuh perjalanan panjang dari Berlin, Amsterdam, Brussels, Antwerp, Hamburg, Koln, hingga Zurich.
Bukan apa-apa, meskipun tidak diterpa hujan angin, suhu musim gugur yang rata-rata tak beranjak dari 15 derajat Celsius cukup mengganggu perjalanan “dakwa” Tasman dan Joko. “Sepeda belum pernah rusak, tapi udara dingin membuat kami sering menggigil,” kata Tasman. Ditambah usia yang sepuh, Tasman, 62, dan Joko, 70, perjalanan yang direncanakan mencapai 4.000 km ini harus di lakukan cukup hati-hati.
“Sampai di Zurich, tak kurang suatu apa, tak ada yang lebih layak diucap - kan, selain alhamdulillah,” imbuh Joko, dilansir Bandar Ceme.
Ucapan syukur itu memendar lantaran dua biker senior ini, masih tak kurang suatu apa, setelah menempuh perjalanan panjang dari Berlin, Amsterdam, Brussels, Antwerp, Hamburg, Koln, hingga Zurich.
Bukan apa-apa, meskipun tidak diterpa hujan angin, suhu musim gugur yang rata-rata tak beranjak dari 15 derajat Celsius cukup mengganggu perjalanan “dakwa” Tasman dan Joko. “Sepeda belum pernah rusak, tapi udara dingin membuat kami sering menggigil,” kata Tasman. Ditambah usia yang sepuh, Tasman, 62, dan Joko, 70, perjalanan yang direncanakan mencapai 4.000 km ini harus di lakukan cukup hati-hati.
“Sampai di Zurich, tak kurang suatu apa, tak ada yang lebih layak diucap - kan, selain alhamdulillah,” imbuh Joko, dilansir Bandar Ceme.
Tasman dan Joko menjelajah Eropa Barat untuk dua tujuan; mempromosikan Riau, sekaligus menggalang dana bagi Pesantren Duafa Darussalam Yamri,juga di Riau.
MKVPoker - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKVPOKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
Dengan bersepeda, katanya, akan menarik perhatian orangorang Eropa yang ditemuinya. Di Zurich, mereka diterima saudara seiman, keluarga Agung Bondan, mantan presiden Percikan Iman, Yayasan Islam Komunitas Indonesia Swiss Malaysia. Tasman dan Joko ingin menunjukkan Islam yang damai, sejuk dan toleran kepada masyarakat yang ditemuinya.
Di Jerman, katanya, mereka juga di terima dengan baik oleh masyarakat setempat, terutama di pedesaan Jerman.
“Kami saling mengenalkan diri, membagikan kisah Indonesia.
Sebaliknya, mereka juga menceritakan kehidupan sehari-harinya,” kata
Tasman. Nilai-nilai Islami, akunya, juga muncul dari masyarakat
nonmuslim yang ditemuinya.
Begitu melihat dua biker sepuh, masih kata
Tasman, tak segan-segan mereka menerima dengan hangat. Tidak banyak yang
bisa di lakukan keduanya di Zurich. Visa yang pendek membuat keduanya
bergegas ke tujuan berikutnya.
Wina, Zagreb, Beograd, Pristina, hingga
Istanbul, masih harus dilalui. “Mungkin tidak cukup waktunya,” kata
Joko.
Dia berharap bisa mendapatkan perpan jangan visa sehingga tetap bisa ke
Istanbul tepat waktu. Visa yang di kantongi keduanya hanya ber laku 50
hari. Kalau tidak, apa boleh buat, keduanya akan menghapus jalur darat
di antara kota-kota itu, menggantinya dengan bus. “Doakan saja kami sam
pai tepat waktu hingga Turki,” ujar Tasman.





Post a Comment