7 Maskapai dengan Pelayanan Paling Buruk di Dunia
Agen Poker Indonesia - MASKAPAI penerbangan sering kali dipilih sebagai moda transportasi andalan untuk bepergian jarak jauh. Tentunya dengan harapan naik pesawat dapat mempersingkat waktu tempuh.
Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan calon penumpang. Misalnya memilih maskapai yang sudah memiliki reputasi baik agar tidak mengecewakan.
Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan calon penumpang. Misalnya memilih maskapai yang sudah memiliki reputasi baik agar tidak mengecewakan.
Sebab sama seperti moda transportasi umum lainnya, juga berpotensi menimbulkan masalah. Mulai dari ketepatan waktu, fasilitas pelayanan, hingga proses klaim.
Melansir Newsweek, Jumat (10/5/2019), inilah 7 maskapai penerbangan
di dunia yang mendapat penilaian terburuk dari situs AirHelp:
1. EasyJet
Maskapai berbiaya rendah asal Inggris ini mengoperasikan layanan
domestik dan internasional di lebih dari 1.000 rute di lebih dari 30
negara.
Penumpang mengatakan konfigurasi kabin di kelas satu tingkat
kepadatannya cukup tinggi dan penumpang tidak menerima makanan atau
minuman tambahan.
Atas dasar itu EasyJet menerima skor total 5,29 dari
10. Penilaian ini berdasarkan 6,7 untuk ketepatan waktu, 7,0 untuk
pelayanan, dan 2,2 untuk proses klaim.
2. Kuwait Airways
Selanjutnya ada maskapai penerbangan milik pemerintah Kuwait.
Kuwait Airways melayani rute internasional ke seluruh bagian Timur
Tengah, serta ke India, Asia Tenggara, Eropa dan Amerika Utara.
Penilaian buruk untuk maskapai ini didasari karena tidak adanya alkohol
selama penerbangan dan penumpang dengan paspor Israel dilarang naik.
Maskapai ini menerima skor total 5,40 dengan rincian 4,2 untuk ketepatan
waktu, 7,9 untuk pelayanan, dan 4,2 untuk proses klaim.
3. Korean Air
Beberapa waktu lalu maskapai Korean
Air mendapat kritik pedas karena menurunkan dua penumpang remaja
lantaran diminta tidak menyajikan makanan yang mengandung kacang.
Selain
itu, Korean Air juga berencana menghapus Kelas Satu di 27 rute
internasional. Kondisi itu membuat maskapai yang melayani 123 rute
internasional dan 13 rute domestik mendapatkan skor total 5,49 dengan
rincian 6,9 untuk ketepatan waktu, 8,0 untuk pelayanan, serta 1,6 untuk
proses klaim.
4. Ryanair

Maskapai bertarif rendah terbesar di Eropa ini cukup menjadi
primadona. Buktinya Ryanair menerbangkan 120 juta penumpang tahun lalu.
Sayangnya pada Juni 2018, pemogokan oleh pilot membuat maskapai
terpaksa membatalkan puluhan penerbangan yang merugikan hampir 50 ribu
penumpang.
Akibatnya maskapai menerima skor total 5,60 dengan rincian
6,5 untuk ketepatan waktu, 6,8 untuk kualitas pelayanan, dan 3,5 untuk
proses klaim.
MKVPOKER - Agen Poker Indonesia dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKV POKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
5. Norwegia Air
Maskapai terbesar di Skandinavia, Norwegia ini menawarkan layanan
reguler di Skandinavia dan Finlandia, bagian lain Eropa, serta
Kepulauan Mediterania dan Canary.
Namun di awal musim semi, Norwegia
Air mendapat kritik karena mengeluarkan peraturan yang mewajibkan
pramugari wanita mengenakan riasan dan sepatu hak tinggi.
Hasilnya,
maskapai menerima skor 5,67 dengan rincian 7,0 untuk ketepatan waktu,
7,8 untuk kualitas pelayanan, dan 2,3 untuk proses klaim.
6. Transavia

Maskapai bertarif rendah di Belanda ini merupakan anak perusahaan
dari KLM dan bagian dari Air France-KLMgroup.
Berdasarkan skor
penilaian, Transavia memeroleh 5,84 karena nilai 6,2 untuk ketepatan
waktu, 7,4 untuk pelayanan, dan 3,9 untuk proses klaim.
7. Aerolineas Argentinas
Terakhir ada maskapai terbesar di Argentina. Meskipun telah
menjadi anggota SkyTeam sejak 2012, Aerolineas Argentinas mendapat
skor rendah.
Hal ini dikarenakan minggu lalu pihak maskapai
membatalkan sekira 350 rute. Kebijakan itu merugikan 22 ribu
penumpang.
Maskapai menerima skor 5,97 secara keseluruhan dengan
rincian 8,0 untuk ketepatan waktu, 8,1 untuk kualitas pelayanan, dan
1,8 untuk klaim.




Post a Comment