Batik Tulis Jadi Wisata yang Kian Eksis
Agen Poker Indonesia - SENTRA batik tulis di desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, memang sudah terkenal di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Sayangnya, membanjirnya produk batik printing lambat laun menggerus keberadaan batik tulis.
Imbasnya, sebagian besar pengrajin batik tulis di bekonang gulung tikar. “Sekarang jumlah pengrajin batik tulis bisa dihitung dengan jari termasuk saya. Generasi muda lebih memilih profesi lain dibanding menekuni batik,” kata seorang pengrajin batik tulis, Sukamto.
Imbasnya, sebagian besar pengrajin batik tulis di bekonang gulung tikar. “Sekarang jumlah pengrajin batik tulis bisa dihitung dengan jari termasuk saya. Generasi muda lebih memilih profesi lain dibanding menekuni batik,” kata seorang pengrajin batik tulis, Sukamto.
Masa kejayaan kerajinan batik tulis di desa itu terjadi pada era 1950-1970 an. Kala itu, para pengrajin batik kewalahan menerima order lantaran tingginya tingkat permintaan batik. Alhasil, mereka menangguk untung besar dari penjualan batik tulis.
Lambat laun, kondisi sentra batik tulis di kedua desa itu berubah 180 derajat karena munculnya persaingan dari batik printing.
Namun kini, pamor batik tulis kembali cemerlang berkat inovasi
yang dilakukan para pengrajin. Keunggulan batik tulis terletak pada
proses pewarnaan kain yang menggunakan bahan pewarna alami seperti kulit
manggis, kulit kayu teger.
MKVPOKER - Agen Poker Indonesia dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKV POKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
Proses pewarnaannya pun dilakukan secara tradisional yang
membutuhkan waktu cukup lama. Sementara bahan pewarna batik printing
menggunakan bahan-bahan kimia.
Selama beberapa tahun terakhir, tak sedikit wisatawan lokal
maupun mancanegara yang berkunjung ke sentra industri batik tulis di
Bekonang untuk melihat langsung proses produksi batik tulis.
“Mereka tertarik belajar membikin batik tulis mulai dari
menggambar motif hingga mewarnai kain. Bahkan, ada beberapa wisatawan
mancanegara yang rela menginap selama beberapa hari untuk mempelajari
proses produksi batik tulis,” ujar Sukamto.
Sementara itu, Kepala Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Joko
Tanyono, mengatakan industri batik tulis menjadi potensi wisata yang
bisa dikembangkan pada masa mendatang. Pembeli, menurut dia, tak hanya
berbelanja pakaian batik namun bisa melihat proses produksi batik tulis.
Selama tiga tahun, bantuan dana desa dari pemerintah pusat
digunakan untuk memperbaiki infrastruktur perdesaan seperti jalan dan
talut lahan pertanian.
Kini, sebagian dana desa bakal dikucurkan untuk
pembinaan dan pengembangan sentra industri batik tulis.
“Potensi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) seperti batik
tulis memiliki prospek pada masa mendatang. Terlebih batik tulis
merupakan bagian dari budaya Indonesia yang harus dirawat dan dijaga,”
kata dia.




Post a Comment