Restorasi Hutan Mangrove untuk Kembangkan Potensi Wisata Alam
MKV Poker - MANGROVE merupakan salah satu daya tarik di bidang
pariwisata Indonesia. Bahkan tak sedikit hutan mangrove di Indonesia
dijadikan objek wisata cantik, yang kerap dikunjungi wisatawan.
Hutan mangrove juga tidak hanya menjadi tumbuhan yang dapat
mengurangi abrasi karena arus dan ombak laut, tetapi juga menjadi rumah
dari jutaan burung yang bermigrasi, malahan ada lebih dari 75% spesies
ikan tropis yang hidup di perairan laut.
Dengan potensi ini, tak ayal wisata mangrove bisa jadi spot wisata
alam edukatif sekaligus menarik untuk dikunjungi.
Untuk merestorasi dan
memelihara mangrove yang ada di Indonesia, maka Yayasan Konservasi Alam
Nusantara mengembangkan program bernama Mangrove Ecosystem Restoration
Alliance (MERA).
MERA merupakan wadah bagi para pemangku kepentingan seperti
akademisi, masyarakat, LSM dan swasta yang berharap dapat membantu
pemerintah pusat dan daerah dalam pengelolaan mangrove secara
terintegrasi.
Salah satunya menggandeng Ataya Travel Solution untuk melaksanakan
program MERA. CEO & Founder Ataya Travel Solution Miko Pudji Utomo
mengatakan, pihaknya sangat peduli lingkungan, terutama terhadap
keberadaan hutan mangrove di Indonesia. Kali ini konservasi tersebut
dilakukan di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara.
MKV POKER - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKV POKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
“Kami merasa upaya merestorasi dan melestarikan alam tidak
seharusnya dibatasi dengan jenis usaha yang dilakukan oleh pelakunya,"
ungkap Miko Pudji Utomo, lewat keterangan persnya, Kamis (2/5/2019), dilansir dari MKV Poker.
Miko menyebutkan, misi konservasi alam tidak sebatas tugas untuk
organisasi atau yayasan lingkungan. Dibutuhkan usaha dan komitmen untuk
membangun kembali dan merawat alam.
"Khususnya di Jakarta yang merupakan pusat ekonomi, menjaga hutan
mangrove amat diperlukan. Pastinya agar terhindar dari potensi bencana
alam, yang dapat menganggu aktivitas perekonomian," tambahnya.
Ketua Dewan Pengurus YKAN Rizal Algamar berharap, agar para
pelaku usaha lainnya untuk lebih peduli terhadap lingkungan di sekitar.
Apalagi di sekitaran pesisir yang punya banyak risiko abrasi dan masalah
lainnya.
"Mereka juga dekaligus turut serta menjaga hutan mangrove di Indonesia," kata Rizal.
Sekedar tahu, pembentukan aliansi seperti MERA didukung oleh banyak
pihak yang berharap terwujudnya pengelolaan mangrove yang berkelanjutan.
Saat ini luas wilayah hutan mangrove yang dijangkau oleh program MERA
adalah 730 Ha.




Post a Comment